Kamis, 20 Desember 2018

'Seks Bebas' Menurut Pamdangan Agama Hindu



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Berbicara masalah sosial memang tak pernah usai, dari hari ke hari kian berubah bahkan kecendrungan perubahan tersebut sangat cepat, terutama di daerah perkotaan. Cepatnya perubahan ini akibat dari perkembangan teknologi dan informasi yang demikian pesat.
Perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi tidak hanya berdampak positif tetapi banyak pula dampak negatifnya, terutama dampak negatif masalah social. Ada berbagai masalah social yang ada di sekitar kita, baik yang sederhana hingga yang rumit. Salah satu dari berbagai masalah social itu dalalah seks bebas dikalangan remaja.
Seks merupakan salah satu kebutuhan biologis manusia. Seks adalah anugerah Tuhan, sudah seharusnya anugerah itu dimanfaatkan sebaik-baiknya bukan disalahgunakan. Namun fakta yang ada, dengan kemajuan teknologi dan informasi, seks justru disalahgunakan. Penyalahgunaan seks dalam bahasa populer disebut free sex atau lebih dikenal dengan seks bebas.
Pelaku seks bebas sebagian besar dilakukan oleh kalangan remaja, terutama pada masa-masa puncakpubertas atau kisaran pada masa sekolah SMA dan sederajat. Bahkan tahun-tahun terakhir seks bebas sudah dikenal dikalangan siswa-siswi SMP bahkan SD. Hal ini sangat memprihatinkan dan sudah berada diambang batas sehingga perlu penanggulangan dan pencegahan sejak dini pada generasi muda.
Pencegahan terhadap perilaku seks bebas dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, seperti misalnya dengan pendekatan sosiocultural maupun pendekatan spiritual/agama. Pencegahan dan penanggulangan seks bebas ini sangat penting dilakukan mengingat dampak perilaku seks bebas sangat berbahaya, seperti menyebarnya penularan Hiv-aids dan kanker herviks ( kanker payudara ) bagi kaum wanita pelaku seks bebas.


1.2  Rumusan Masalah
1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan seks bebas?
1.2.2 Apakah factor yang dapat mempengaruhi adanya seks bebas?
1.2.3   Apakah penyebab prilaku Seks Bebas?
1.2.4   Bagaimana pandangan agama Islam dan hindu terhadap seks bebas?
1.2.5   Bagaimana cara untuk menangulangi adanya seks bebas?
1.3 Tujuan
1.1.1  Untuk mengetahui yang dimaksud dengan seks bebas?
1.1.2   Untuk mengetahui factor yang dapat mempengaruhi adanya seks bebas?
1.1.3  Untuk mengetahui penyebab prilaku Seks Bebas?
1.1.4   Untuk mengetahui pandangan islam dan agama hindu terhadap seks bebas?
1.1.5   Untuk mengetahuicara untuk menangulangi adanya seks bebas?



BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Seks Bebas
Pengertian Seks Bebas menurut beberapa ahli:
1.      Kartono (1977) merupakan perilaku yang didorong oleh hasrat seksual, dimana kebutuhan tersebut menjadi lebih bebas jika dibandingkan dengan sistem regulasi tradisional dan bertentangan dengan sistem norma yang berlaku dalam masyarakat.
2.      Desmita (2005) pengertian seks bebas adalah segala cara mengekspresikan dan melepaskan dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual, seperti berkencan intim, bercumbu, sampai melakukan kontak seksual, tetapi perilaku tersebut dinilai tidak sesuai dengan norma karena remaja belum memiliki pengalamantentang seksual.
3.      Nevid dkk (1995) mengungkapkan bahwa perilaku seks pranikah adalah hubungan seks antara pria dan wanita meskipun tanpa adanya ikatan selama ada ketertarikan secara fisik.
4.      Maslow (dalam Hall & Lindzey, 1993) bahwa terdapat kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi manusia, salah satunya adalah kebutuhanfisiologis mencakup kebutuhan dasar manusia dalam bertahan hidup, yaitu kebutuhan yang bersifat instinktif ini biasanya akan sukar untuk dikendalikan atau ditahan oleh individu, terutama dorongan seks.
5.      Cynthia (dalam Wicaksono, 2005) seks juga diartikan sebagai hubungan seksual tanpa ikatan pada yang menyebabkan berganti-ganti pasangan.
6.      Sarwono (2003) menyatakan, bahwa seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya seperti sentuhan, berciuman (kissing) berciuman belum sampai menempelkan alat kelamin yang biasanya dilakukan dengan memegang payudara atau melalui oral seks pada alat kelamin tetapi belum bersenggama (necking, dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan saling menggesek-gesekan alat kelamin dengan pasangan namun belum bersenggama (petting, dan yang sudah bersenggama (intercourse), yang dilakukan diluar hubungan pernikahan.

Berdasarkan penjabaran definisi di atas maka dapat disimpulkan pengertian seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan di luar hubungan pernikahan mulai dari necking, petting sampai intercourse dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak bisa diterima secara umum.
2.2 Media Sosial
            2.2.1 Pengertian Media Sosial
Media sosial adalah media online yang mendukung adanya interaksi sosial. Sosial media atau media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah suatu komunikasi ke dalam dialog interaktif.
 Pengertian Media Sosial Menurut beberapa ahli:
1.      Antony Mayfield (2008) definisi media sosial dimana menurutnya media sosial merupakan media yang memudahkan pengguna untuk berpartisipasi, beragam dan menciptakan peran, terutama blog, jejaring sosial, wiki / ensiklopedi online, forum maya. , dengan avatar / karakter 3D).
2.      AndreasKaplan dan Michael Haenlien definisi media sosial adalah sekelompok aplikasi berbasis internet yang membangun fondasi ideologi dan teknologi Web 2.0 dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran konten yang dihasilkan pengguna.
3.       Lisa Buyer, definisi media sosial adalah bentuk hubungan masyarakat yang paling transparan, menarik dan interaktif saat ini.
4.      Sam Decker, media sosial adalah konten digital dan interaksi yang dilakukan antara satu sama lain.
5.      Menurut Marjorie Clayman, definisi media sosial adalah alat pemasaran baru yang memungkinkan untuk mengetahui pelanggan dan prospek dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin.
6.       Philip Kotler dan Kevin Keller (2012: 568), pengertianmedia sosial adalah sarana bagi konsumen untuk berbagai teks, gambar, video, dan informasi audio satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya.
7.      Henderi, Muhammad Yusup, dan Yuliana Isma Graba (2007: 3)pengertian media sosial adalah situs jejaring sosial seperti layanan berbasis web yang memungkinkan individu membangun profil publik atau semi publik dalam sistem yang terbatas, mencantumkan pengguna lain yang dengannya mereka terhubung, dan melihat danmelihat daftar koneksi buatan mereka oleh orang lain dengan sebuah sistem
            2.2.2 Fungsi Media Sosial
1.     Media sosial adalah media yang dirancanguntuk memperluas interaksi sosial manusia dengan menggunakan teknologi internet dan web.
2.     Media sosial berhasil mengubah praktik komunikasi ke arah media penyiaran darisatu institusi media ke banyak khalayak (satu ke banyak) ke dalam praktik komunikasi dialogis antara banyak khalayak (banyak ke banyak).
3.     Media sosial mendukung demokratisasi pengetahuan dan juga informasi. Mentranformasi pengguna dari isi pesan ke messenger itu sendiri.
4.     Media sosial memberikan kesempatan yang berinteraksi lebih dekat dengan konsumen. Media sosial menawarkan konten komunikasi individual.
2.2.3 Dampak Penggunaan Media Sosial
1.      Dampak Positif
·         Mempererat silaturahim.
Dalam hal silaturahim penggunaan media sosial sangat cocok berinteraksi dengan orang berjauhan tempat tinggalnya.
·         Menyediakan ruang untuk berpesan positf.
Penggunaan sosial media tersebuttelah banyak digunakan oleh para tokoh agama, motivator, dan juga ulama.
·         Mengakrabkan hubungan pertemanan.
Media sosial akan mengakbrakan suaut pertemanan kala seseorang malu bertama di dunia nyata.
·         Menyediakan informasi yang tepat dan akurat.
Informasi yang diperoleh dari media sosial baik itu informasi perguruan tinggi, beasiswa dan juga lowongan kerja.
·         Menambah wawasan dan pengetahuan.
Akhir ini terdapat akun media sosial yang membagi wawasan dan juga pengetahuan yang dapat menarik wawasan juga pengetahuan praktis.
2. Dampak Negatif
·         Penipuan.
Bukan hal yang tabu lagi dimana media sosial juga turut serta takluput dari serangan penipu.
·         Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata.
·         Situs jejaring sosial merupakan lahan subur bagi predator dalam melakukan kejahatan
·         Pornografi.
Tidak salah, jika penyebaran terbaik adalah media sosial. Namun, hal ini juga memberikan efek yang tidak baik dan jauh dari moral dimana informasi mengenai pornografi juga tersebar di media sosial.
·         Remaja dan anak, mudahnya mengeluarkan bahasa apapun dalam media sosial
·         Prostitusi.
Media sosial juga tempat penyebaran informasi berbagai tempat-tempat prostitusi.
·  Sarana penyebaran ideologi paling efektif dan efisien.
2.3 HIV/AIDS
·         HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia.
·         AIDS (Acguired Immuno–Deviensi Syndromer) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.




BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Seks Bebas ( Free Seks)
Seks Bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan di luar hubungan pernikahan mulai dari necking, petting sampai intercourse dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak bisa diterima secara umum.
3.2 Factor yang Mempengaruhi Seks Bebas
1.      Keluarga
Dalam hal ini, keluarga menjadi salah satu faktor penting mengapa seorang anak melakukan seks bebas. Orang tua yang tidak memberikan pendidikan agama, perhatian, kasih sayang, keteladanan dan lainnya kepada anak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka sehingga dapat merusak akhlaknya. Hal ini dapat membuat anak melakukan seks bebas karena terpengaruh lingkungannya.
2.      Lemahnya keimanan
Pada pelaku seks bebas, mereka tahu akan beban  dosa  yang mereka terima. Tapi entah kenapa, bagi mereka hal itu 'dibelakangkan' dan menjadikan  nafsu sebagai pemimpin. Ini menunjukkan lemahnya rasa keimanan mereka sehingga mereka terjerumus   dalam perbuatan tercela ini.
3.      Salah dalam Memilih Teman
Pergaulan merupakan salah satu faktor menurunnya akhlak seorang anak. Jika seorang anak berteman dengan orang yang  melakukan seks bebas, anak tersebut akan terpengaruh sehingga akan mengikuti perilaku temannya.
4.      Pengaruh Media Sosial
Media masssa seperti televisi, film, surat kabar, majalah dan sebagainya belakangan semakin banyak memasang dan mempertontonkan gambar-gambar seronok dan adegen   seks serta kehidupan yang glamour yang jauh dari nilai-nilai Islami. Hal ini diperparah lagi dengan berkembangnya tehnologi internet yang menembus batas-batas negara dan waktu yang memungkinkan kawula muda mengakses hal-hal yang bisa meningkatkan nafsu seks. Informasi tentang seks yang salah turut memperkeruh suasana. Akibatnya remaja cenderung ingin mencoba dan akhirnya terjerumus kepada sex bebas
3.3.Penyebab Prilaku Seks Bebas
                 Pemicunya bisa karena pengaruh lingkungan, sosial budaya, penghayatan keagamaan, penerapannilai-nilai, faktor psikologis hingga faktor ekonomi. Adapun beberapa penelitian mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku seks bebas menurut
·         Hyde (1990)  UsiaMakin dewasa seseorang, makin besarkemungkinan remaja untuk melakukan hubungan seks bebas. Hal ini dikarenakan pada usia ini adalah potensial aktif bagi mereka untuk melakukan perilaku seks bebas.Semakin muda usia pada hubungan seksual yang pertama cenderung untuk lebih permisif daripada mereka yang lebih dewasa pada hubungan seksualnya yang pertama.Makin muda saat usia menstruasi pertama, makin mungkin terjadinya hubungan seks pada remaja. Perubahan pada hormon yang terjadi seiring dengan menstruasi berkontribusi pada meningkatkatnya keterlibatan seksual pada sikap dan hubungan dengan lawan jenis.
·         Clayton & Bokemier meneliti bahwa sikap permisif terhadap hubungan seks bebas dapat dilihat dari aktivitas keagamaan dan religiusitas (Rice, 1990).Remaja yang memiliki pacar lebih mungkin untuk melakukan seks bebas daripada remaja yang belum memiliki pacar.Remaja yang kencan lebih awal atau cepat dari remaja yang seumurannya memiliki kemungkinan untuk bersikap permisif dalam hubungan seks bebas. Untuk menjadi lebihaktif secara seksual dan untuk memiliki hubungan dengan lebih banyak pasangan daripadamereka yang mulai pacaran pada usia yang lebih lanjut.Pengalaman pacaran/kencan (hubungan afeksi)Individu yang menjalin hubungan afeksi/pacaran dari umur yang lebih dini, cenderung lebih permisif terhadap perilaku seks bebas, begitu juga halnya dengan individu yang telah lebih banyak berpacaran dari individu yang berusia sebaya dengannya.Orang tua sendiri, baik karena ketidaktahuannya maupun karena sikapnya yang masih mentabukkan pembicaraan mengenai seks dengan anak tidak terbuka pada anak, malah cenderung membuat jarak pada anak mengenai masalah seks.
3.4 Pandangan Agama Terhadap Seks Bebas
Globalisasi telah menimbulkan semakin tingginya intensitas pergulatan antara nilai-nilai budaya lokal dan global. Sistem nilai budaya lokal yang selama ini digunakan sebagai acuan oleh masyarakat tidak jarang mengalami perubahan karena pengaruh nilai-nilai budaya global, terutama dengan adanya kemajuan teknologi informasi mempercepat proses perubahan tersebut. Proses globalisasi telah pula merambah kehidupan agama yang serba sakral menjadi sekuler, yang dapat menimbulkan ketegangan bagi umat beragama. Nilai-nilai yang mapan selama ini telah mengalami perubahan yang pada gilirannya menimbulkan keresahan psikologis dan krisis identitas di kalangan masyarakat (Ardika, 2005:18).
1.      Islam
Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Aborsi itu sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya. Dalam agama, seks bebas sama sekali bukan merupakan tindakan terpuji, bahkan tindakan tersebut tergolong tindakan yang sangat tercela dan dosa besar jika manusia melakukan tindakan seks bebas. jelaslah bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan. Agama sebagai pedoman hidup manusia sudah memberikan solusi berupa perkawinan sah yang melegalkan hubungan seks diantara manusia.
QS. Al-Isra ayat 32 berbunyiartinya : Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan  suatu jalan yang buruk.
Pada ayat tersebut telah disebutkan bahwa seks bebas merupakan perbuatan yag sangat tidak terpuji. Untuk itu kita diwajibkan untuk menghindarinya. Jangan sampai generasi muda rusak karena seks bebas.
2.      Hindu
Menurut agama dan budaya local di Bali, seks merupakan hal yang sakral. Seks hanya boleh dilakukan dalam ikatan perkawinan yang sah menurut hukum agama. Apabila seks itu dilakukan diluar perkawinan maka akan menimbulkan penderitaan bagi pelaku seks diluar nikah atau seks bebas. Seks pranikah atau seks diluar perkawinan apabila terjadi pembuahan maka akan melahirkan anak – anak yang tidak baik, anak yang suka menentang orang tua, anak yang tidak berbhakti kepada Tuhan, dan sifat-sifat buruk lainnya.
Seks diluar perkawinan yang sah dianggap zina, dalam ajaran Hindu disebut paradara. Agama telah memberikan batasan hal-hal mana yang digolongkan kedalam perzinahan. Pembatasan ini ditemukan didalam kitab Arthasastra dan kitab-kitab lainnya. Beberapa sloka Arthasastra yang menguraikan pembatasan sejauh mana hal yang dianggap perzinahan, seperti kutipan berikut:
·         Jika pria dan wanita, dengan harapan untuk melakukan hubungan seks, menggunakan gerak kaki atau secara rahasia mengadakan percakapan yang tidak sopan (percakapan yang bernada porno), denda untuk wanita adalah dua puluh empat pana, dua kali lipat untuk pria (48 pana).{ Kautilya Arthasastra, III.3.59.25}
·         Bagi yang menyentuh rambut, ikatan pakaian bawah, gigi, kuku. Dendanya terendah untuk kekerasan (akan dikenakan), dua kali lipat untuk pria. (Kautilya Arthasastra, III.3.59.26)
Sloka diatas dapat disimpulkan bahwa yang termasuk zina yaitu membelai rambut, memeluk pinggang, berciuman atau mengkulum (menyentuh gigi dengan lidah), berjabat tangan (menyentuh kuku), bercakap-cakap dengan bahasa yang porno. Semua itu apabila dilakukan dengan harapan untuk melakukan hubunga seks.
Tindakan yang sesuai dengan sloka diatas dapat diberikan sanksi berupa denda berupa uang. Didalam Manawa dharmasastra sanksi yang diberikan kepada pelaku perzinahan dikenakan hukuman dengan mengusir pelaku keluar desa. Selain itu dikenakan pula hukuman cambuk dan hukuman badan. Hukuman cambuk juga diberlakukan dalam agama lain dan juga ditemukan didalam literatur Hindu, terutama didalam arthasastra, seperti sloka berikut:
·         Dan dalam hal percakapan ditempat yang mencurigakan, hukuman cambuk bisa diganti dengan denda dalam pana (Kautilya Arthasastra, III.3.59. 27).
Pelanggaran atas sloka diatas di era globalisasi telah banyak terjadi, hampir oleh sebagian masyarakat. Hal ini diakibatkan oleh beberapa factor, misalnya; pertama, penyebaran video porno yang semakin meluas dan mudah diakses, baik melalui internet maupun penyedia layanan penjualan video porno. Kedua, disebabkan wanita sering berpakaian seksi, sehingga mengundang nafsu birahi. Berpakaian seksi terutama dikalangan remaja wanita perlu dihindari. Kedua hal tersebut tidak hanya bertentangan dengan hukum agama tetapi juga bertentangan dengan Undang-undang pornografi.
Beredarnya video porno dikalangan remaja sehingga sering menimbulkan akses yang tidak baik, misalkan terjadinya pemerkosaan. Hal ini tentu merupakan pelecehan terhadap kaum wanita. Pelecehan terhadap wanita berakibat tidak baik dalam kehidupan bermasyarakat. Didalam Manawa Dharmasastra dinyatakan bahwa:
·         Dimana perempuan dihormati disana para dewa merasa senang, akan tetapi dimana perempuan tidak dihormati disana tidak ada upacara suci yang berpahala. (MDs, III:56).
·         Dimana perempuan hidup sedih, keluarga itu akan cepat mengalami kehancuran, sebaliknya, dimana perempuan tidak hidup menderita, keluarga itu akan hidup bahagia. (MDs, III: 57)”
Dengan demikian betapa pentingnya perlindungan terhadap kaum wanita, baik perlindungan harkat dan martabat kaum wanita, perlindungan jiwa maupun perlindungan dengan harta. Dalam hukum Indonesia telah pula dibentuk Undang-undang perlindungan anak dan juga Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Oleh karena itu perlu adanya penegakan hukum tersebut lebih tegas lagi, baik hukum agama maupun hukum nasional, untuk menciptaan kehidupan yang aman, tertib dan sejahtera.
3.      Kristen
     Alkitab melarang manusia berhubungan seks sebelum menikah. Seks sebelum menikah sama salahnya dengan perzinahan dan bntuk-bentuk percabulan lainnya, karena semua itu tersangkut paut dengan “Hubungan seks dengan orang yang tidak dinikahi”.Seks Antara suami dan istri adalah salah satunya bentuk hubungan seks yang Allah restui(Ibrani 13:4).Seks sebelum menikah menjadi begitu awam dipraktekkan karena berbagai sebab. Terlalu sering manusia memusatkan perhatian pada aspek “rekreasi” dari seks tanpa memperhatikan aspek “re-kreasi” dari seks. 
Benar, seks itu menyenangkan. Allah mendesain seks untuk itu. Dia menghendaki pria dan perempuan menikmati aktivitas seksual, tapi hanya dalam lingkup pernikahan. Walaupun demikian, tujuan utama dari seks bukanlah kesenangan, tapi reproduksi. Allah melarang hubungan seks sebelum pernikahan bukan supaya manusia tidak mendapat kesenangan, tapi untuk melindungi manusia dari kehamilan yang tidak dikehendaki, anak-anak yang lahir dari orangtua yang menolak mereka atau tidak siap punya anak. Bayangkan, betapa dunia kita akan menjadi lebih baik jika model seks dari Allah diikuti semua orang: penyakit kelamin akan berkurang, ibu yang tidak menikah akan berkurang, aborsi akan berkurang. Tidak berhubungan seks sebelum menikah adalah satu-satunya solusi dari Allah. Abstinensi (tidak berhubungan seks sebelum menikah) menyelamatkan nyawa, melindungi para bayi, memberi hubungan seks nilai yang sebenarnya, dan yang paling penting: menghormati Allah.
3.5 Cara Menangulangi Seks Bebas
   Belakangan ini, aktivitas seks bebas sudah mulai merebak di kalangan remaja Indonesia, apalagi jika dibandingkan dengan keadaan 10-15 tahun yang lalu.  Fenomena ini adalah salah satu dampak negatif dari globalisasi yang ditelan mentah-mentah oleh remaja Indonesia.
1.      Pahami dampak negatif seks bebas
Satu hal yang bisa membuat anda atau anak anda menjauhi seks bebas adalah dengan memahami dampak negatifnya.  Pahamilah bahwa seks bebas bisa membawa konsekuensi yang sangat fatal bagi masa depan anda, bahkan berujung kematian.  Seks bebas bisa meningkatkan resiko terjangkit AIDS, salah satu penyakit yang hingga saat ini belum ada obatnya.Selain itu secara psikologis seks bebas juga membawa dampak yang buruk.  Kita akan seolah-olah dihantui oleh perasaan berdosa dan bersalah.  Hal ini dalam jangka panjang bisa mengakibatkan turunnya rasa percaya diri, stress, bahkan depresi.
2. Memberi batasan jam malam
Menurut penelitian sosiolog Universitas Cambridge, aktivitas seks bebas 80 persen terjadi setelah jam 9 malam.  Memang, jika menilik kehidupan malam yang erat kaitannya dengan diskotik, klub,pub, bahkan prostitusi; seks bebas sangat mungkin terjadi pada waktu-waktu tersebut.  Apalagi di malam hari suasana jauh lebih sejuk, sehingga secara psikologis kita menjadi lebih berani untuk mencoba hal-hal baru.Setelah memahami fenomena ini, cobalah untuk membatasi jam-jam malam anda.  Jangan terlalu sering keluar malam, karena hal ini memperbesar kemungkinan terjadinya seks bebas.  Kehidupan malam juga erat kaitannya dengan kriminalitas, drugs, dan penyakit.; oleh karena itu tidak ada ruginya dihindari.
3. Memilih lingkungan yang positif
Lingkungan sangat berperan dalam membentuk karakter serta perilaku keseharian kita.  Jika kita ingin menjauhkan diri sendiri atau anak-anak kita dari seks bebas, masuklah ke dalam lingkungan yang kondusif.  Pilihlah tempat belajar seperti kampus atau sekolah yang memiliki disiplin tinggi, berprestasi, dan membina murid-muridnya untuk tidak hanya sekedar menjadi pandai, namun juga menjadi manusia yang baik.Sekolah, kampus, dan tempat kerja sangat berperan penting dalam menentukan kebiasaan kita.  Jika masuk ke dalam lingkungan yang negatif, diperlukan usaha yang lebih berat untuk menjauhkan diri dari hal-hal negatif seperti seks bebas.  Oleh karena itu, pastikan untuk sebisa mungkin masuk ke lingkungan yang bagus.
4. Memantau pergaulan
Setelah faktor lingkungan, faktor selanjutnya yang harus dipantau untuk mencegah seks bebas adalah pergaulan.  Perhatikan dengan siapa anak-anak anda bergaul.  Perhatikan sikap teman-temannya, dan seberapa besar sikapnya ikut berubah setelah bergaul dengan mereka.  Jika anda menyadari perilaku negatif mulai muncul pada anak-anak anda, jangan ragu untuk langsung memberinya nasihat.Pergaulan sangat berperan dalam mencegah seks bebas.  Jika anda masuk ke dalam kalangan yang rajin belajar, taat, dan agamis, kemungkinan untuk terhindar dari pengaruh negatif kehidupan malam jauh lebih besar.  Oleh karena itu, jagalah baik-baik lingkungan pergaulan anda.
5. Menjalin hubungan akrab antara orang tua dan anak
Salah satu faktor penting yang sering dilupakan untuk mengurangi risiko seks bebas adalah dengan cara menjaga hubungan baik orangtua dan anak.  Berdasarkan penelitian, anak yang kurang diperhatikan dan memiliki hubungan yang renggang dengan orangtuanya cenderung terjerumus ke perilaku free sex.  Begitu juga anak yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Jika hubungan orangtua-anak terjaga dengan baik, akan lebih mudah bagi anda untuk memantau dan mencegah sang anak masuk ke pergaulan yang negatif.  Jika anda perlu melakukan campur tangan dan menasihati sang anak, ia pun akan lebih mudah menerima dan menuruti nasihat anda.
6. Pikirkan masa depan
Pola pikir yang harus anda tanamkan untuk mencegah diri sendiri atau anak untuk melakukan seks bebas adalah dengan memikirkan masa depan.  Kembali pada poin nomor 10, anda harus lebih dahulu menyadari dampak negatif dari seks bebas.  Jangan sampai anda tergiur dengan kenikmatan sesaat, namun pada akhirnya mengalami kesengsaraan dalam waktu yang lama.Bagi para remaja, poin ini harus ditanamkan dengan baik.  Bayangkan nasib mereka jika ternyata sudah harus menjadi orang tua, padahal masih bersekolah dan belum mampu secara ekonomi.  Ingatkan bahwa keluarga mereka menaruh harapan pada para remaja tersebut untuk menjadi orang yang sukses.
7. Menikah
Ditinjau dari segi sosial dan biologis, menikah adalah solusi yang sangat tepat untuk menghindari seks bebas, tentu apabila anda sudah memiliki tabungan yang cukup serta mampu membiayai hidup anda dan pasangan.  Dengan menikah, anda bebas melakukan hubungan seks dengan suami/ istri anda tanpa khawatir mendapat cap negatif dari masyarakat.Jika anda melihat diri anda atau anak-anak anda sudah mapan secara finansial dan kebutuhan untuk berhubungan badan tidak dapat lagi ditahan, jangan tunda-tunda untuk menikah.  Percayalah, dengan menikah anda akan menjadi lebih bertanggung jawab, dan kehidupan anda akan terasa lebih indah dilalui bersama orang yang anda cintai.
8. Mendekatkan diri kepada Tuhan
Jika penjelasan secara rasional masih dirasa kurang efektif untuk menjauhkan diri dari seks bebas, cobalah untuk memahaminya dari sudut pandang agama.  Tidak ada agama apapun di dunia ini yang membolehkan perilaku hubungan badan selain dengan suami istri.  Jika anda orang yang religius, cobalah untuk memahami berbagai ajaran agama untuk mencegah berbagai perilaku negatif.Agar lebih yakin, anda bisa mendengarkan ceramah-ceramah agama atau meminta nasihat dari tokoh agama setempat.  Perbanyaklah juga beribadah, karena aktivitas ini bisa mendekatkan diri anda pada Tuhan dan membuat anda lebih takut berbuat dosa.
9. Beraktivitas Positif
Perilaku seks bebas terjadi karena terlalu banyak waktu yang dilewatkan dalam lingkungan yang tidak sehat.  Oleh karena itu, untuk mencegahnya anda perlu mengisi hari-hari anda atau anak anda dengan hal-hal yang positif.  Jangan biarkan ada terlalu banyak waktu kosong.  Cobalah untuk mengisi waktu-waktu tersebut dengan mengikuti kursus, belajar, memulai usaha baru, berbisnis, atau menciptakan berbagai karya.




BAB IV
PENUTUP

 4.1   Kesimpulan
1.      Seks Bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan di luar hubungan pernikahan mulai dari necking, petting sampai intercourse dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak bisa diterima secara umum.
2.      Factor yang Mempengaruhi Seks BebasKeluarga, Lemahnya keimanan, Salah dalam Memilih Teman, Pengaruh Media Sosial.
3.      Penyebab Prilaku Seks Bebas yaitu Pemicunya bisa karena pengaruh lingkungan, sosial budaya, penghayatan keagamaan, penerapan nilai-nilai, faktor psikologis hingga faktor ekonomi.
4.      Pandangan Agama Terhadap Seks Bebas yaitu, karena adanya Globalisasi. Globalisasi telah menimbulkan semakin tingginya intensitas pergulatan antara nilai-nilai budaya lokal dan global. Sistem nilai budaya lokal yang selama ini digunakan sebagai acuan oleh masyarakat tidak jarang mengalami perubahan karena pengaruh nilai-nilai budaya global, terutama dengan adanya kemajuan teknologi informasi mempercepat proses perubahan tersebut. Proses globalisasi telah pula merambah kehidupan agama yang serba sakral menjadi sekuler, yang dapat menimbulkan ketegangan bagi umat beragama. Nilai-nilai yang mapan selama ini telah mengalami perubahan yang pada gilirannya menimbulkan keresahan psikologis dan krisis identitas di kalangan masyarakat (Ardika, 2005:18).
5.      Cara untuk Menangulangi Seks Bebas yaitu Pahami dampak negatif seks bebas, Memberi batasan jam malam, Memilih lingkungan yang positif, Memantau pergaulan, Menjalin hubungan akrab antara orang tua dan anak, Pikirkan masa depan, Menikah, Mendekatkan diri kepada Tuhan, Beraktivitas Positif
4.2  Saran
1.    Untuk pembaca agar dapat termotivasi sehingga bisa lebih menjaga diri dalam membawa dirinya untuk melakukan pergaulan dengan lingkungan.
2. Untuk penulis agar dapat menyempurnakan makalah ini lebihlanjut dalam rangka untuk menangani atau mengurangi seks bebas (Free Seks) yang sedang marak dilingkungan masyarakat khusunya pada remaja saat ini.
3.Untuk pemerintah dan instasi terkait agar dapat memberikan binaan atau sosialisasi lebih untuk anak mulai dari usia sekolah dasar, SMP, SMA sampai Mahasiswa agar mereka bisa lebih waspada dan lebih berhati-hati lagi dalam memilih pergaulan agar tidak terjerumus kedalam seks bebas.
4. Bagi masyarakat dan Keluarga, agar lebih menjaga dan mengawasi putra putrinya dalam pergaulan. Tetap terus dalam pemantauan sehingga pergaulan anak bisa lebih terarah.




DAFTAR PUSTAKA

INTERNET

Diakses pada hari Senin, 19 November 2018 Pukul 16.40)
(Diakses pada hari Senin, 19 November 2018 Pukul 16.40)
(Diakses pada hari Senin, 19 November 2018 Pukul 18.10)
4.      Sumber :http://www.psychologymania.com
(Diakses pada hari Selasa, 20 November 2018 Pukul 10.40)
(Diakses pada hari Rabu, 21 November 2018 Pukul 09.45)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar